Petani Pohuwato Minta Komisi II Tidak Tendensius Terhadap Dinas Pertanian

Foto : Iskandar Rasyid dan para petani di Kabupaten Pohuwato.

Pohuwato — Sejumlah petani di Kabupaten Pohuwato menanggapi polemik yang menyeret Dinas Pertanian, khususnya isu mengenai ketidakhadiran Kepala Dinas pada salah satu agenda dan tudingan soal kekacauan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Para petani meminta Komisi II DPRD Pohuwato agar tidak bersikap tendensius dan melihat persoalan secara lebih utuh.

Para petani menegaskan bahwa selama ini mereka merasakan secara langsung berbagai program dan pelayanan dari Dinas Pertanian. Mulai dari distribusi bibit, penyuluhan lapangan, hingga pendampingan terkait teknologi pertanian. Menurut mereka, upaya-upaya tersebut berdampak nyata terhadap peningkatan hasil panen di berbagai wilayah.

Bacaan Lainnya

“Kami bisa meningkatkan hasil karena ada dukungan teknis dari dinas. Ini bukan hal kecil dan sangat kami rasakan langsung,” ujar salah satu petani, Iskandar Rasyid, Rabu (19/11/2025).

Terkait isu ketidakhadiran Kepala Dinas Pertanian di salah satu agenda, Iskandar menilai bahwa hal tersebut tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai bentuk kelalaian. Ia menyebut pemerintah tentu memiliki banyak agenda yang kerap berjalan bersamaan, termasuk tugas-tugas strategis yang tidak selalu terlihat oleh publik.

Pria yang akrab disapa Iskandar juga menanggapi tudingan terkait PAD pertanian. Ia menilai bahwa capaian PAD tidak bisa hanya didasarkan pada satu momen atau satu perspektif. Menurutnya, dinas justru sedang melakukan pembenahan, mulai dari perbaikan data, penguatan kelembagaan, hingga penataan tata kelola hasil pertanian agar lebih terukur.

“Kami melihat sendiri upaya perbaikan yang sedang dilakukan. Menilai dari satu sudut pandang saja tidaklah adil,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana kondusif. Narasi-narasi yang menyudutkan dan belum dikonfirmasi sepenuhnya dinilai justru dapat merugikan kondisi pertanian di daerah tersebut.

“Petani butuh ketenangan, kepastian, dan pemerintah yang didukung, bukan dihantam. Sampai hari ini kami masih merasakan manfaat kehadiran Dinas Pertanian dalam kehidupan kami,” tegasnya.

Para petani berharap dialog konstruktif lebih diutamakan daripada memperkeruh situasi, serta meminta agar semua pihak menghargai kerja-kerja lapangan yang telah dilakukan Dinas Pertanian Pohuwato.

(Baita/Agl)

Pos terkait