GORONTALO — Gelombang kritik tajam menyasar Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Boalemo-Pohuwato, usai pernyataan yang dianggap kontroversial menyoal aktivitas pertambangan di Bone Bolango.
Salah satu aktivis asal Boalemo, Rivandi Abdullah secara terang-terangan menyayangkan sikap Mikson yang dinilai terlalu “gila urusan” dan tampak terlalu fokus pada permasalahan di Kabupaten Bone Bolango.
“Saya melihat Pak Mikson seperti ‘gila urusan’, hingga melupakan tanggung jawab utamanya terhadap konstituen di dapilnya sendiri, Boalemo dan Pohuwato,” ucapnya, Sabtu (29/11/2025).
Dalam penyampaiannya, Rivandi mempertanyakan prioritas Mikson Yapanto sebagai wakil rakyat yang diberi amanah oleh masyarakat Pohuwato dan Boalemo.
“Kami memilih beliau untuk menyuarakan persoalan-persoalan vital di Boalemo dan Pohuwato. Tapi yang terjadi, ia terlalu sibuk menjadi pahlawan di Bone Bolango,” ujarnya.
“Padahal Dapil VI (Boalemo-Pohuwato) dikenal memiliki tantangan yang spesifik, mulai dari isu-isu pertambangan rakyat, sengketa lahan, infrastruktur perikanan, hingga upaya peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan,” terangnya dengan ekspresi kecewa.
Ia juga menegaskan agar Mikson Yapanto mengutamakan masalah-masalah yang ada di Boalemo dan Pohuwato, sehingga tidak terlihat seperti lupa akan daratan.
“Kami tidak melarang beliau berbuat baik di manapun, tapi ada kewajiban konstitusional yang harus diutamakan. Apakah urusan di Boalemo-Pohuwato sudah tuntas total sehingga beliau sudah mau mengurusi daerah lain? Jelas belum! Ini adalah tamparan keras bagi demokrasi kita,” tegasnya.
“Jangan sampai Mikson Yapanto ini lupa daratan, lupa dengan lubang-lubang jalan di Pohuwato, lupa dengan nasib nelayan Boalemo, hanya karena terlalu nyaman dan merasa penting di urusan Bone Bolango. Ini jelas pengkhianatan terhadap amanah suara rakyat yang ia dapatkan,” tutupnya.
agl-baita




