Gorontalo, [17 Nov 2025] — Tren minum kopi di kalangan anak muda Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya menjadi konsumsi harian, kopi kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup serta medium ekspresi bagi generasi muda.
Pertumbuhan industri kopi lokal, hadirnya berbagai kedai kopi modern, serta meningkatnya akses informasi tentang kopi turut mendorong munculnya komunitas-komunitas pecinta kopi di berbagai kota besar. Bagi anak muda, kedai kopi bukan sekadar tempat menikmati minuman, tetapi juga ruang berkumpul, bekerja, dan berkarya.
“Kopi telah menjadi bahasa universal bagi anak muda. Di meja kopi, mereka berdiskusi, bekerja, bahkan membangun peluang usaha baru,” ujar [Nama Narasumber/CEO Perusahaan Kopi]. Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas kopi lokal turut menumbuhkan kebanggaan terhadap produk Indonesia.
Selain itu, kehadiran berbagai varian minuman seperti es kopi susu, cold brew, hingga kopi dengan sentuhan rasa lokal menjadikan kopi semakin mudah diterima oleh anak muda yang ingin mencoba sesuatu yang baru. Media sosial juga memainkan peranan penting dalam membentuk tren ini, karena banyak anak muda membagikan pengalaman mereka saat berkunjung ke kafe favorit.
Menurut pengamatan pelaku industri, budaya ngopi juga mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, mulai dari barista, desainer interior kafe, hingga pembuat konten. Kolaborasi antara kedai kopi dengan brand fashion, seniman lokal, hingga musisi pun makin sering ditemui.
“Kedai kopi kini menjadi ruang komunal yang merangkul kreativitas. Banyak ide besar yang lahir dari obrolan sederhana sambil menyeruput kopi,” kata [Nama Tokoh Komunitas Kopi].
Dengan semakin kuatnya budaya minum kopi di kalangan anak muda, industri kopi Indonesia diprediksi akan terus berkembang, baik dari sisi inovasi produk maupun kualitas pelayanan. Pelaku industri optimistis bahwa kopi akan tetap menjadi simbol kreativitas dan kebersamaan bagi generasi muda Indonesia.



