Temuan Senjata di Sekolah Jaksel: Polisi Petakan Jenisnya
- account_circle maisnurdin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Selatan berhasil mengidentifikasi dan memetakan jenis dari hampir seribu unit senjata yang ditemukan di salah satu sekolah swasta di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Kasus temuan senjata di sekolah Jaksel ini sempat memicu perhatian publik setelah ratusan barang bukti berupa senjata api, airsoft gun, hingga senjata tajam ditemukan tersimpan di dalam salah satu ruangan yayasan.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Ade Rahmat Idnal, menjelaskan bahwa proses klasifikasi ini dilakukan untuk memastikan jenis, fungsi, serta legalitas dari seluruh barang bukti yang disita. Dari hasil pemetaan sementara, mayoritas senjata yang ditemukan tersebut merupakan replika dan senjata hobi yang sebagian besar sudah dalam kondisi tidak berfungsi atau rusak.
Detail Hasil Pemetaan Temuan Senjata di Sekolah Jaksel
Pihak kepolisian merinci total barang bukti yang berhasil diamankan dari lokasi kejadian mencapai 926 unit. Klasifikasi barang bukti ini dilakukan secara hati-hati oleh tim penyidik bersama dengan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan guna menghindari kesalahan identifikasi.
Berdasarkan data resmi dari Polres Metro Jakarta Selatan, berikut adalah rincian lengkap dari hasil pemetaan senjata tersebut:
- Senjata Api Laras Panjang: Ditemukan sebanyak 7 pucuk.
- Senjata Api Laras Pendek: Ditemukan sebanyak 4 pucuk.
- Airsoft Gun Laras Panjang: Ditemukan sebanyak 72 pucuk.
- Airsoft Gun Laras Pendek: Ditemukan sebanyak 112 pucuk.
- Senapan Angin: Ditemukan sebanyak 114 pucuk.
- Senjata Tajam (Sajam): Ditemukan sebanyak 51 bilah, yang terdiri dari berbagai jenis pisau taktis, sangkur, dan pedang koleksi.
- Suku Cadang dan Replika Rusak: Sebanyak 566 unit berupa komponen senjata, magasin kosong, serta replika senjata yang sudah rusak parah dan tidak dapat digunakan lagi.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bintoro, menegaskan bahwa kepemilikan senjata-senjata tersebut saat ini sedang didalami secara intensif.
“Kami berkoordinasi dengan Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya serta Korps Intelkam Polri untuk memeriksa status kepemilikan dan perizinan dari senjata-senjata api yang ditemukan di lokasi tersebut,”
ujar Bintoro saat memberikan keterangan pers kepada media.
Kronologi Penemuan Senjata di Ruang Mantan Ketua Yayasan
Kasus temuan senjata di sekolah Jaksel ini bermula ketika pihak pengelola sekolah melakukan pembersihan dan inventarisasi ruangan kerja milik mantan Ketua Yayasan yang berinisial AH. Ruangan yang terletak di area komplek sekolah swasta tersebut sudah lama tidak digunakan sejak AH meninggal dunia pada tahun 2023 lalu.
Pada hari Kamis, 22 Agustus 2024, para pekerja yang sedang merenovasi dan membersihkan ruangan terkejut saat menemukan tumpukan kotak dan lemari penyimpanan yang berisi ratusan senjata. Menyadari sensitivitas dari barang-barang tersebut, pihak manajemen sekolah segera mengambil langkah kooperatif dengan melaporkan langsung temuan tersebut ke Polsek Cilandak, yang kemudian diteruskan ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga dan kerabat dekat, mendiang AH semasa hidupnya dikenal memiliki hobi mengoleksi replika militer dan aktif dalam kegiatan olahraga menembak. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat begitu banyak replika airsoft gun serta komponen senjata di dalam ruang kerjanya. Kendati demikian, polisi tetap melakukan prosedur standar pengamanan untuk memastikan tidak ada unsur pidana atau penyalahgunaan senjata di lingkungan sekolah.
Polisi Jamin Keamanan dan Kelancaran Belajar Mengajar
Meskipun penemuan ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua murid, pihak kepolisian memastikan bahwa situasi di lingkungan sekolah swasta tersebut kini sepenuhnya aman dan kondusif. Penyelidikan difokuskan pada aspek administratif kepemilikan senjata masa lalu, bukan pada ancaman keamanan aktif di sekolah.
Kombes Pol Ade Rahmat Idnal mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua siswa, untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Ia menekankan bahwa seluruh senjata telah disita dan diamankan di Mapolres Metro Jakarta Selatan sehingga tidak ada potensi bahaya bagi siswa maupun staf pengajar.
“Kami pastikan tidak ada ancaman keamanan terhadap para siswa. Seluruh barang bukti sudah kami amankan di tempat yang sangat aman. Proses belajar mengajar di sekolah tetap berjalan normal tanpa gangguan apa pun,”
tegas Ade Rahmat Idnal menutup keterangannya.
Uji Balistik oleh Tim Laboratorium Forensik
Penyelidikan tidak berhenti pada pendataan administratif saja. Polres Metro Jakarta Selatan juga bekerja sama dengan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri untuk melakukan uji balistik terhadap 11 pucuk senjata api asli yang ditemukan. Uji balistik ini sangat krusial untuk melacak rekam jejak penggunaan senjata tersebut di masa lalu.
Langkah ini merupakan bagian dari prosedur operasional standar (SOP) kepolisian dalam setiap penanganan temuan senjata api tanpa izin yang jelas. Dengan adanya uji balistik, pihak berwajib dapat memastikan secara ilmiah apakah senjata-senjata koleksi tersebut pernah terlibat dalam kasus kriminalitas atau murni disimpan sebagai barang pajangan oleh mendiang pemiliknya.
- Penulis: maisnurdin

Saat ini belum ada komentar