Pemkot Serang Anggarkan Rp 48,2 M untuk Revitalisasi Alun-Alun
- account_circle Mais Nurdin
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pemerintah Kota Serang resmi menganggarkan dana sebesar Rp 48,2 miliar untuk proyek revitalisasi Alun-alun Kota Serang. Langkah penataan ini dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan ruang publik serta mempercantik kawasan pusat kota dengan berbagai fasilitas baru.
Dalam rencana proyek revitalisasi Alun-alun Kota Serang tersebut, anggaran puluhan miliar rupiah ini akan dialokasikan untuk beberapa pembangunan fisik yang signifikan. Struktur pengerjaan akan difokuskan untuk meningkatkan daya tarik estetika sekaligus fungsionalitas ruang terbuka hijau tersebut.
Alokasi Anggaran Revitalisasi Alun-alun Kota Serang
Proyek penataan ulang ini menggunakan anggaran belanja daerah yang mencapai Rp 48,2 miliar. Nilai tersebut disiapkan oleh Pemerintah Kota Serang demi memastikan alun-alun bertransformasi menjadi kawasan yang lebih rapi, representatif, dan ramah bagi para pengunjung.
Secara umum, anggaran ini akan dialokasikan secara menyeluruh untuk membiayai pengerjaan konstruksi fisik dari tahap awal hingga tahap penyelesaian akhir di kawasan alun-alun.
Kehadiran Patung Golok dan Fasilitas Air Siap Minum
Terdapat beberapa poin penting yang direncanakan masuk ke dalam bagian pengerjaan proyek revitalisasi Alun-alun Kota Serang ini. Berdasarkan perencanaan anggaran tersebut, berikut adalah fasilitas baru yang akan dihadirkan:
- Pembangunan Patung Golok: Pembuatan monumen atau patung berbentuk senjata tradisional golok sebagai bagian dari penataan lanskap alun-alun.
- Fasilitas Air Siap Minum: Penyediaan sarana air bersih yang dapat langsung dikonsumsi oleh masyarakat atau pengunjung alun-alun secara gratis dan higienis.
Melalui pengadaan fasilitas air siap minum serta pembangunan ikon patung golok tersebut, Pemerintah Kota Serang berharap Alun-alun Kota Serang tidak hanya menjadi pusat rekreasi masyarakat, melainkan juga simbol pelestarian budaya lokal dan penunjang fasilitas publik yang modern.
- Penulis: Mais Nurdin



Saat ini belum ada komentar