Dukcapil Pulihkan Dokumen Korban Gempa Flores secara Gratis
- account_circle Mais Nurdin
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bencana alam gempa bumi tidak hanya menyisakan kerusakan fisik pada bangunan, tetapi juga kerap melenyapkan berbagai dokumen penting milik warga. Menyikapi situasi darurat ini, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri bergerak cepat untuk memulihkan layanan administrasi kependudukan di wilayah terdampak.
Direktur Jenderal Dukcapil, Teguh Setyabudi, melakukan kunjungan langsung ke Pulau Flores guna memimpin langsung jalannya pemulihan layanan tersebut. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan warga yang kehilangan dokumen berharga akibat gempa dapat segera memperoleh dokumen pengganti tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Komitmen Pelayanan Cepat dan Gratis Pascabencana
Dalam kunjungannya, Teguh Setyabudi menegaskan bahwa seluruh dokumen kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), hingga akta pencatatan sipil yang rusak atau hilang akibat bencana akan diterbitkan kembali secara gratis. Langkah cepat ini diambil agar hak-hak administratif warga Flores tetap terpenuhi di tengah masa pemulihan pascabencana.
Pemulihan layanan kependudukan pascabencana menjadi salah satu fokus utama Ditjen Dukcapil. Teguh menyatakan bahwa kehadiran tim Dukcapil di lapangan diharapkan mampu mengurangi beban psikologis dan administratif warga terdampak yang saat ini tengah fokus memulihkan diri pascagempa.
Sinergi Tim Dukcapil Mempercepat Proses Penerbitan
Tim dari Ditjen Dukcapil bersama jajaran dinas kependudukan setempat segera berkoordinasi untuk mengaktifkan kembali sistem pelayanan yang sempat terganggu. Upaya pemulihan ini meliputi penyediaan fasilitas pencetakan dokumen di posko-posko darurat terdekat dari pemukiman warga.
Melalui sistem jemput bola, warga terdampak tidak perlu mengkhawatirkan birokrasi yang rumit. Petugas di lapangan siap membantu melakukan pencetakan ulang dokumen hanya dengan mencocokkan data biometrik atau melalui database kependudukan nasional yang telah terintegrasi dengan aman, sehingga proses pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran.
- Penulis: Mais Nurdin



Saat ini belum ada komentar