Pemprov DKI Salurkan Bantuan Modal Rp 48 M di Pasar Kramat Jati
- account_circle Mais Nurdin
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya nyata ini diwujudkan lewat penyaluran stimulus finansial yang menyasar langsung para pedagang di pasar tradisional ibu kota.
Langkah strategis tersebut diharapkan mampu memberikan dorongan moral dan finansial bagi para pedagang. Dengan adanya sokongan modal yang kuat, ekosistem perdagangan di pasar tradisional dapat terus bertahan dan berkembang di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Sokongan Dana Rp 48 Miliar untuk 167 Pedagang
Dalam program intervensi ekonomi ini, Pemprov DKI Jakarta menyalurkan bantuan permodalan dengan nilai total mencapai Rp 48 miliar. Dana bantuan modal usaha tersebut dialokasikan secara khusus untuk 167 pedagang yang menjalankan usahanya di kawasan Pasar Kramat Jati.
Penyaluran bantuan ini bertujuan untuk memperkuat fondasi keuangan para pedagang agar mereka dapat mengelola pasokan barang dengan lebih stabil serta meningkatkan daya saing usaha.
Optimisme Peningkatan Kapasitas UMKM
Mengenai penyaluran dana stimulan ini, Rano menyatakan rasa optimistisnya yang besar. Ia meyakini bahwa dukungan permodalan tersebut dapat menjadi katalis positif dalam meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM, khususnya mereka yang menggantungkan mata pencaharian di Pasar Induk Kramat Jati.
Dengan peningkatan kapasitas tersebut, para pedagang diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap rantai pasok pangan dan perekonomian di Jakarta.
Artikel ini disadur dan ditulis ulang. Sumber: news.detik.com
- Penulis: Mais Nurdin



Saat ini belum ada komentar