Polda Banten: Mayat di Kali Teratai Bukan Jurnalis yang Hilang
- account_circle Mais Nurdin
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengonfirmasi bahwa penemuan mayat di Kali Teratai tidak berkaitan dengan kelompok jurnalis yang dilaporkan hilang. Pernyataan resmi ini sekaligus menjawab spekulasi yang sempat beredar di tengah masyarakat terkait identitas jasad tersebut.
Setelah melakukan proses identifikasi mendalam, petugas memastikan jasad yang mengapung di aliran sungai tersebut bukan salah satu dari rombongan jurnalis yang tengah dicari. Langkah cepat ini kepolisian ambil guna memberikan informasi yang akurat kepada publik serta menghindari simpang siur berita.
Proses Identifikasi oleh Polda Banten
Penyidik dan tim terkait dari Polda Banten bergerak cepat memeriksa temuan mayat di Kali Teratai tersebut. Hasil pencocokan data dan pemeriksaan memastikan bahwa korban tidak memiliki keterkaitan dengan rombongan wartawan yang hilang kontak.
Hingga saat ini, pihak berwenang belum merilis detail lebih lanjut mengenai identitas asli maupun penyebab kematian jasad yang ditemukan di Kali Teratai tersebut. Kepolisian fokus memastikan bahwa penemuan ini tidak menghentikan fokus utama penyelidikan hilangnya rombongan jurnalis.
Pencarian Rombongan Jurnalis Tetap Berjalan
Kendati penemuan jasad di Kali Teratai ini terbukti bukan bagian dari kelompok yang dicari, kepolisian menegaskan bahwa misi pencarian tidak berhenti. Polda Banten masih terus melanjutkan upaya penyisiran dan koordinasi di lapangan demi menemukan keberadaan rombongan jurnalis yang hilang.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Polda Banten berkomitmen untuk terus memberikan pembaruan informasi secara berkala terkait perkembangan proses pencarian ini.
Artikel ini disadur dan ditulis ulang. Sumber: news.detik.com
- Penulis: Mais Nurdin



Saat ini belum ada komentar