Nothing Ear (3a) Hadir Sebagai TWS Rp1 Jutaan dengan ANC 45 dB
- account_circle Mais Nurdin
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Produsen teknologi audio meluncurkan Nothing Ear (3a), perangkat True Wireless Stereo (TWS) terbaru yang bersaing di segmen harga Rp1 jutaan. Perangkat audio nirkabel ini hadir dengan mengunggulkan tampilan desain transparan yang khas serta performa bass yang kuat untuk memanjakan para penggunanya.
Selain menawarkan estetika rancangan yang unik, Nothing Ear (3a) juga dilengkapi dengan teknologi peredam bising aktif yang mumpuni serta daya tahan baterai yang panjang. Kehadiran TWS ini ditujukan untuk mendukung aktivitas harian pengguna dengan mobilitas tinggi.
Keunggulan Fitur ANC dan Desain Transparan Nothing Ear (3a)
Nothing Ear (3a) dibekali dengan fitur peredam bising aktif atau Active Noise Cancellation (ANC) yang mampu meredam suara dari luar hingga 45 dB. Fitur penunjang ini dirancang untuk memberikan pengalaman mendengarkan audio yang lebih personal dan minim gangguan di berbagai kondisi lingkungan.
Keunikan lain dari TWS seharga Rp1 jutaan ini terletak pada aspek visualnya yang konsisten mengusung konsep desain transparan. Karakteristik desain fisik tersebut memperlihatkan komponen internal perangkat, memberikan kesan futuristik dan membedakannya dari produk audio nirkabel lain di kelasnya.
Dukungan Fitur Perekaman Audio dan Baterai 42 Jam
Untuk menunjang kebutuhan fungsional penggunanya, Nothing Ear (3a) turut menyertakan fitur perekaman audio yang praktis. Kehadiran fitur perekaman ini menambah nilai guna perangkat, sehingga tidak hanya andal untuk mendengarkan musik dengan bass kuat, tetapi juga optimal untuk mendukung produktivitas.
Dari sektor daya, Nothing Ear (3a) menawarkan efisiensi energi yang cukup tinggi untuk penggunaan sehari-hari. Daya tahan baterai pada perangkat TWS ini diklaim mampu bertahan hingga total 42 jam, memberikan kenyamanan tanpa harus sering melakukan pengisian daya ulang.
Artikel ini disadur dan ditulis ulang. Sumber: inet.detik.com
- Penulis: Mais Nurdin



Saat ini belum ada komentar