Warga Khawatirkan Warna Merah Peta SO2 Erupsi Gunung Anak Krakatau
- account_circle Mais Nurdin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan melepaskan senyawa sulfur dioksida atau SO2 ke udara bebas. Fenomena pelepasan gas tersebut memicu kekhawatiran di kalangan warga setelah munculnya visualisasi peta pemantauan yang menunjukkan indikasi warna merah di wilayah sekitar gunung.
Selain melepaskan emisi sulfur dioksida, proses erupsi Gunung Anak Krakatau ini juga terpantau menghasilkan material vulkanik lainnya ke lingkungan sekitar. Material yang dimuntahkan selama aktivitas vulkanik tersebut meliputi abu vulkanik serta lontaran batu pijar.
Pelepasan Sulfur Dioksida dalam Erupsi Gunung Anak Krakatau
Pelepasan gas sulfur dioksida atau SO2 ini terjadi secara bersamaan dengan keluarnya material padat saat gunung api aktif tersebut mengalami erupsi. Tampilan warna merah pada peta pemantauan sebaran SO2 menjadi sorotan utama yang menimbulkan kecemasan pada masyarakat luas.
Hingga saat ini, sebaran emisi sulfur dioksida, abu vulkanik, serta lontaran batu pijar tetap menjadi bagian dari material yang dilepaskan secara langsung oleh aktivitas vulkanik aktif dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Artikel ini disadur dan ditulis ulang. Sumber: inet.detik.com
- Penulis: Mais Nurdin



Saat ini belum ada komentar