Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Terkendala Kabut Tebal

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Terkendala Kabut Tebal

  • account_circle Mais Nurdin
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Upaya pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal cepat (speed boat) yang dilaporkan hilang di kawasan kini telah memasuki hari ketujuh. Hingga saat ini, tim Search and Rescue (SAR) terus berjuang melawan kondisi alam yang kurang bersahabat di sekitar perairan demi menemukan para korban.

Operasi penyelamatan ini berjalan di tengah situasi lingkungan yang sangat menantang. Faktor cuaca buruk menjadi rintangan terbesar yang harus dihadapi oleh tim di lapangan dalam menjalankan misi kemanusiaan ini sejak hari pertama kehilangan.

Cuaca Berkabut Menjadi Kendala Utama Tim SAR

Pihak SAR mengungkapkan bahwa kendala utama yang menghambat proses penyisiran di perairan adalah cuaca berkabut tebal. Kabut yang menyelimuti kawasan sekitar Anak Krakatau secara signifikan menurunkan visibilitas tim penyelamat di lokasi kejadian.

Berdasarkan laporan terkini, jarak pandang di lokasi pencarian hanya berkisar 1 mil laut. Terbatasnya jarak pandang ini membuat pemantauan visual, baik menggunakan kapal penyelamat maupun pemantauan dari udara, menjadi sangat terbatas dan membutuhkan kehati-hatian yang sangat tinggi.

Fokus Pencarian Delapan Korban di

Tim SAR memfokuskan operasi pencarian pada delapan orang yang berada di dalam kapal cepat tersebut sebelum dinyatakan hilang kontak. Delapan korban tersebut terdiri dari lima orang jurnalis yang sedang melakukan tugas jurnalistik serta tiga orang kru kapal cepat yang memandu perjalanan mereka.

Meskipun operasi penyelamatan telah memasuki hari ketujuh, tim penyelamat tetap mengerahkan kemampuan terbaik mereka di lapangan. Selat Sunda, khususnya area di sekitar , memiliki karakteristik perairan yang dinamis dengan perubahan cuaca yang cepat, sehingga memerlukan koordinasi yang sangat matang di tengah keterbatasan pandangan akibat kabut tebal.

Artikel ini disadur dan ditulis ulang. Sumber: news.detik.com

  • Penulis: Mais Nurdin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Adaptasi Sulit Bernardo Silva Setelah Debut di Real Madrid

    Adaptasi Sulit Bernardo Silva Setelah Debut di Real Madrid

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Mais Nurdin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Gelandang asal Portugal, Bernardo Silva, resmi mencatatkan debutnya bersama klub raksasa Spanyol, Real Madrid. Meski menyatakan kegembiraannya bisa berseragam El Real, sang pemain mengakui bahwa dirinya tengah menghadapi masa-masa adaptasi yang cukup sulit di lingkungan barunya. Langkah awal Bernardo Silva di Real Madrid ini langsung menjadi sorotan hangat bagi para pencinta sepak bola. Proses transisi […]

  • Penyebab Banjir Dahsyat di Nepal Menurut Ilmuwan

    Penyebab Banjir Dahsyat di Nepal Menurut Ilmuwan

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Mais Nurdin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Bencana banjir dahsyat di Nepal diyakini oleh para ilmuwan dipicu oleh proses alam yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Fenomena jangka panjang ini akhirnya mencapai titik puncaknya hingga mengakibatkan bencana besar di wilayah tersebut. Para ilmuwan menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula dari adanya ketidakstabilan struktur di wilayah pegunungan tinggi. Kondisi ini kemudian memicu runtuhnya material […]

  • BKN Apresiasi Gubernur Sulsel: Manajemen Talenta ASN Jadi Rujukan

    BKN Apresiasi Gubernur Sulsel: Manajemen Talenta ASN Jadi Rujukan

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Mais Nurdin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) atas langkah progresif mereka dalam reformasi birokrasi. Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, secara khusus memuji kepemimpinan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dalam mengimplementasikan sistem manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN). Penerapan manajemen talenta di Sulawesi Selatan dinilai berjalan dengan sangat cepat dan […]

  • DLHK Banten Selidiki Pencemaran Cisadane, Sampel 3 Industri Diuji

    DLHK Banten Selidiki Pencemaran Cisadane, Sampel 3 Industri Diuji

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Mais Nurdin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait kondisi lingkungan di Sungai Cisadane. Pihak berwenang mengambil langkah taktis ini guna memastikan kelestarian salah satu sumber air vital di wilayah tersebut tetap terjaga dari potensi kerusakan ekologis. Penyelidikan intensif ini bermula dari adanya laporan resmi mengenai dugaan pencemaran lingkungan yang […]

  • Warga Khawatirkan Warna Merah Peta SO2 Erupsi Gunung Anak Krakatau

    Warga Khawatirkan Warna Merah Peta SO2 Erupsi Gunung Anak Krakatau

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Mais Nurdin
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan melepaskan senyawa sulfur dioksida atau SO2 ke udara bebas. Fenomena pelepasan gas tersebut memicu kekhawatiran di kalangan warga setelah munculnya visualisasi peta pemantauan yang menunjukkan indikasi warna merah di wilayah sekitar gunung. Selain melepaskan emisi sulfur dioksida, proses erupsi Gunung Anak Krakatau ini juga terpantau menghasilkan material vulkanik lainnya […]

  • 3 Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak KKB saat Tinjau Pertanian

    3 Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak KKB saat Tinjau Pertanian

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Mais Nurdin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Peristiwa tragis kembali terjadi di tanah Papua dan merenggut nyawa pelayan masyarakat. Tiga orang pegawai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya dilaporkan tewas setelah menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Kejadian ini menambah daftar panjang aksi kekerasan yang menyasar warga sipil dan aparat pemerintah daerah di wilayah tersebut. Aksi penyerangan bersenjata ini berlangsung saat ketiga […]

expand_less