Meski Dilarang, Pertunjukan Topeng Monyet Masih Ada di Banyuwangi
- account_circle Mais Nurdin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kegiatan eksploitasi satwa berkedok hiburan jalanan tampaknya belum sepenuhnya lenyap. Meskipun otoritas terkait telah menetapkan larangan keras terhadap aktivitas tersebut, pertunjukan topeng monyet nyatanya masih kerap ditemukan beroperasi di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Keberadaan atraksi jalanan ini memicu perhatian serius terkait aspek kesejahteraan hewan. Praktik yang memaksa satwa liar untuk melakukan tindakan tidak alami demi mengumpulkan rupiah ini dinilai mencederai upaya perlindungan primata di Indonesia.
Dalam sebuah pengamatan di lapangan, seekor monyet ekor panjang terlihat dipaksa melakukan berbagai gerakan serta atraksi di hadapan publik. Salah satu atraksi yang paling menonjol adalah ketika primata tersebut harus menaiki dan mengayuh sebuah sepeda mini di area publik.
Larangan Resmi yang Kerap Diabaikan
Pertunjukan topeng monyet sebenarnya telah dilarang secara resmi di berbagai wilayah di Indonesia. Larangan ini didasari oleh tingginya tingkat kekerasan yang dialami satwa selama proses pelatihan, serta potensi bahaya penyebaran penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Munculnya kembali aksi jalanan ini di Banyuwangi mengindikasikan perlunya penegakan hukum yang lebih ketat dan konsisten dari aparat berwenang guna menghentikan eksploitasi terhadap monyet ekor panjang secara permanen.
Artikel ini disadur dan ditulis ulang. Sumber: news.detik.com
- Penulis: Mais Nurdin



Saat ini belum ada komentar