Hari ke-3: Abu Vulkanik Hambat Drone Cari 5 Jurnalis di Anak Krakatau
- account_circle Mais Nurdin
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Upaya pencarian terhadap lima orang jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang di sekitar kawasan perairan Gunung Anak Krakatau masih terus berlanjut. Hingga memasuki hari ketiga operasi penyelamatan, tim penyelamat gabungan masih harus berhadapan dengan berbagai rintangan berat di lapangan.
Kondisi alam yang dinamis di sekitar gunung api aktif tersebut menjadi tantangan terbesar bagi tim penyelamat. Hingga saat ini, upaya penyisiran untuk menemukan para korban yang hilang tersebut masih belum membuahkan hasil atau masih nihil.
Kendala Operasional Udara Akibat Abu Vulkanik
Dalam menjalankan misi penyelamatan ini, Tim SAR sebenarnya telah berupaya memaksimalkan teknologi guna mempercepat proses pencarian. Salah satu metode penunjang yang diandalkan adalah pemantauan situasi dari udara menggunakan perangkat pesawat tanpa awak atau drone.
Namun, langkah pemantauan udara tersebut tidak berjalan mulus. Tim SAR di lapangan menemui kesulitan besar dalam mengoperasikan drone akibat paparan abu vulkanik yang pekat di sekitar Anak Krakatau. Abu vulkanik ini sangat membahayakan sistem mekanis dan sensor pada drone, sehingga pemantauan udara menjadi terhambat.
Fokus Pencarian Delapan Korban Hilang
Operasi penyelamatan darurat ini difokuskan penuh untuk melacak keberadaan delapan orang yang berada di kapal tersebut. Secara rinci, korban yang tengah dicari terdiri dari:
- Lima jurnalis yang sedang bertugas di area tersebut.
- Tiga kru kapal yang mengoperasikan sarana transportasi laut yang mereka gunakan.
Tim SAR terus berupaya mencari solusi alternatif dan memantau setiap perkembangan aktivitas vulkanik guna melanjutkan penyisiran secara optimal. Koordinasi di lapangan tetap berjalan ketat demi menemukan seluruh korban yang hilang di sekitar perairan Anak Krakatau.
Artikel ini disadur dan ditulis ulang. Sumber: news.detik.com
- Penulis: Mais Nurdin



Saat ini belum ada komentar