Muktamar ke-35 NU Sepakati Pemilihan Ketum PBNU lewat Sistem AHWA
- account_circle Mais Nurdin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menandai babak baru dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia ini. Forum tertinggi tersebut secara resmi menyepakati bahwa pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan dilakukan melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga kekhidmatan dan nilai-nilai luhur dalam proses suksesi kepemimpinan. Penggunaan sistem AHWA diharapkan mampu membawa suasana pemilihan yang lebih sejuk, damai, dan penuh berkah bagi seluruh warga nahdliyin.
Penerapan Mekanisme AHWA dalam Pemilihan
Kesepakatan mengenai penggunaan sistem AHWA dalam Muktamar ke-35 NU ini menjadi keputusan penting yang dinantikan banyak pihak. Mekanisme ini mengedepankan asas musyawarah mufakat oleh para ulama senior pilihan untuk menentukan figur terbaik yang akan memimpin PBNU ke depan.
Dengan diterapkannya mekanisme ini, penentuan Ketua Umum PBNU dipercayakan sepenuhnya kepada para kiai sepuh yang memiliki integritas tinggi serta kedalaman ilmu agama untuk bermusyawarah dan mufakat demi kemaslahatan organisasi.
Artikel ini disadur dan ditulis ulang. Sumber: news.detik.com
- Penulis: Mais Nurdin



Saat ini belum ada komentar